Sepertinya bukan kebetulan jika do'a meminta pasangan dan keturunan yang baik didahului oleh gambaran serangkaian karakter hamba-hamba Tuhan yang Maha Pengasih..
Jangan-jangan, dikaruniai pasangan dan keturunan yang menyenangkan hati sekaligus pemimpin orang-orang beriman memang hanya pantas bagi mereka yang telah lulus menjadi orang yang rendah hati, gemar qiyamul lail, gemar berinfak secara wajar, jauh dari zina, jujur, dan menjaga kehormatan dirinya dari hal yang sia-sia...
Subhanallah...
Dan kata kunci penutupnya: Tuhanku tidak akan mengindahkan kamu, kalau tidak karena ibadahmu.."
Ini jleb jleb sekali.. Kebetulan kemarin mendengar pengajian kyai yang bilang kalau kita kudu nyocoki perintah e Gusti Allah. Ibaratnya, kalau ada yang memelihara burung pengicau, dia akan habis-habisan memberinya makan bahkan saat pemiliknya belum makan, memandikan bahkan sebelum pemiliknya mandi, dst. asal burung itu berkicau dengan baik dan menyenangkan tuannya. Sang tuan akan dengan suka rela berkorban banyak hal.
Atau seperti layang-layang yang jago terbang dan menang saat aduan. Pemiliknya akan menyayang-sayang, bahkan jika rusak pun akan diperbaiki sebaik-baiknya, disimpan dengan hati-hati.
Tapi kalau burung dan layang-layang tadi tidak mau berkicau atau kalah melulu, pemiliknya tentu lebih suka membuangnya...
Begitu pun manusia sebagai ciptaanNya.. Q.S. Al Furqaan 63:77 ini sepertinya nyambung dengan hadits tentang janji Allah akan memenuhi segala kebutuhan hamba yang memenuhi hatinya dengan ibadah, dan sebaliknya...
Senin, 13 Januari 2014
Sebelum Do'a yang Itu...
Perjalanan Kereta Takdir
Petugas periksa tiket: (menekuri nama dan membandingkan dengan tiket yang mencantumkan nama depan saja) ... Istiqomah... Aamiiin (dengan nada mendoakan)
Si saya: aamiiin.. Matur nuwun Pak..
Ternyata, bagi yang berkepentingan atau mendampingi penumpang yang perlu bantuan diizinkan memasuki stasiun setelah menukarkan kartu identitas dengan kartu khusus.
Perjalanan kali ini, benar-benar urusan takdir ;p beli tiket go show saat berangkat seat tersisa 11 sedangkan saat pulang pesan h-1 seat tersisa 7; tidak bisa memilih kursi.. Terpaksa duduk misah dengan adik saya...
Jumat, 03 Januari 2014
Bening Gambas Misoa, First Trial
Sayur gambas plus misoa ini jika sukses akan menghasilkan rasa adem dan segar saat dimakan. Terima kasih kepada Mama Indah yang sudah memberi saya resep masakan yang mudah dan cepat ini.. :D
Sebenarnya proses pembuatannya tidak ribet. Cukup masak air hingga mendidih, cemplungkan gambas yang sudah kupas dan dipotong-potong. Setelah lunak, bumbui dengan garam, gula, merica secukupnya. Masukkan cincangan seledri dan misoa. Jangan terlalu lama karena misoa cepat lunak, jadi segera angkat dari perapian lalu taburi bawang putih goreng... Done.
First trial ini kurang sukses karena ada sebagian gambas yang rasanya agak pahit karena sudah terlalu tua dan lama disimpan (sudah dibeli dari beberapa hari lalu baru dimasak sekarang -.-). Dan seperti biasa, tetangga saya harus menyesuaikan takaran garamnya karena seperti biasa juga saya kurang dalam memasukkan garam sehingga agak hambar. Memang, memasak sayur bening itu gampang gampang repot karena tiap karakter rasa muncul dengan kuat. Berimprovisasi sedikit saja rasanya akan berbeda jauh. Karena itu pemula seperti saya ini tidak terlalu gemar memasak sayur bening. Tapi karena sekarang harus menekan mundur gerombolan kolesterol, mau tidak mau harus belajar mbening.



