The most beautiful makeup of a woman is passion. But cosmetics are easier to buy. (Yves Saint-Laurent)
Sebuah kutipan sederhana yang menyentil. Kuat karena ada kebenaran yang tak terbantahkan di sana. Tapi apakah kosmetik benar-benar sedosa itu?
Sebagai pribadi, saya ingin menempatkannya pada posisi netral, kembali pada tujuan awalnya. Tidak ingin mengeksploitasi terlalu berlebihan, namun juga tidak akan mengharamkannya dari keseharian saya. Sebagai muslimah, batasan patut dan nilai yang dianut tentunya tak bisa dikompromikan.
Ya, saya suka bermain make up, bereksperimen dengan warna, meskipun baru pada taraf coba-coba. Ada banyak sekali blog yang membahas tata rias yang membuat saya kesengsem. Blog saya yang ini pun insyaAllah akan membahas review beberapa produk yang telah saya coba.
Yang lebih penting dari apapun mengenai make up adalah: kita harus tahu kapan untuk berhenti. Membuat diri merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Bukan hanya dari segi koleksi alat dan bahan yang menguras dompet itu, tapi juga dari segi waktu dan penerimaan diri. Jangan sampai koleksi kita mubazir entah karena tergoda produk baru yang tidak kita perlukan atau mengoleksi hal yang sejenis (ngacung.. Saya si blush on mania..) sampai berganda ria. Mungkin dengan menjualnya kembali atau memberikannya kepada orang lain yang membutuhkan bisa menjadi pilihan. Namun, tetap, mencegah lebih baik daripada mengobati. Obat adalah racun dalam dosis tertentu. Begitu juga make up, si racun warna warni. Kembali pada kutipan, I found it is hard cause my passion is cosmetics... Bagaimana dengan Anda?
Senin, 25 November 2013
Cantik, Tengah Luar Dalam?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar