Laman

Senin, 13 Januari 2014

Sebelum Do'a yang Itu...

Sepertinya bukan kebetulan jika do'a meminta pasangan dan keturunan yang baik didahului oleh gambaran serangkaian karakter hamba-hamba Tuhan yang Maha Pengasih..

Jangan-jangan, dikaruniai pasangan dan keturunan yang menyenangkan hati sekaligus pemimpin orang-orang beriman memang hanya pantas bagi mereka yang telah lulus menjadi orang yang rendah hati, gemar qiyamul lail, gemar berinfak secara wajar, jauh dari zina, jujur, dan menjaga kehormatan dirinya dari hal yang sia-sia...


Subhanallah...
Dan kata kunci penutupnya: Tuhanku tidak akan mengindahkan kamu, kalau tidak karena ibadahmu.."

Ini jleb jleb sekali.. Kebetulan kemarin mendengar pengajian kyai yang bilang kalau kita kudu nyocoki perintah e Gusti Allah. Ibaratnya, kalau ada yang memelihara burung pengicau, dia akan habis-habisan memberinya makan bahkan saat pemiliknya belum makan, memandikan bahkan sebelum pemiliknya mandi, dst. asal burung itu berkicau dengan baik dan menyenangkan tuannya. Sang tuan akan dengan suka rela berkorban banyak hal.

Atau seperti layang-layang yang jago terbang dan menang saat aduan. Pemiliknya akan menyayang-sayang, bahkan jika rusak pun akan diperbaiki sebaik-baiknya, disimpan dengan hati-hati.

Tapi kalau burung dan layang-layang tadi tidak mau berkicau atau kalah melulu, pemiliknya tentu lebih suka membuangnya...

Begitu pun manusia sebagai ciptaanNya.. Q.S. Al Furqaan 63:77 ini sepertinya nyambung dengan hadits tentang janji Allah akan memenuhi segala kebutuhan hamba yang memenuhi hatinya dengan ibadah, dan sebaliknya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar