Laman

Jumat, 22 November 2013

Klappertaart Versi 1.0

Beberapa waktu lalu, di sebuah acara saya tidak bisa menahan godaan mengudap klappertaart. Memang sempat terlintas kekhawatiran jangan-jangan kue sedap itu mengandung rhum sebagaimana umumnya di pasaran. Namun, sudah kadung penasaran dan takut mubazir (uhuk), setelah mengendus-endus (seperti kucing manis) dan tidak menemukan kepastian adanya oknum rhum, dengan bismillah saya pun menandaskannya. Tapi apa lacur. Seharian saya jadi kepikiran jangan-jangan kue itu memang mengandung rhum.

Esoknya, setelah berbekal pengguglingan tingkat siput dan memaksa tetangga saya membeli kelapa muda, petualangan pun dimulai.

Saya membuat berdasarkan resep yang dibagikan oleh Mbak Endang Verai 1.0 ini teksturnya lembut, lunak namun terlalu cair karena saya salah menerapkan alat ukur (halo anak FT??) jadi jumlah tepungnya kurang dan proses memasaknya lama. Kendala kedua adalah bubuk kayu manis tidak terdistribusi sempurna karena diameter lubang saringan terlalu besar. Tapi jangan khawatir, penampakan dan rasanya tidak buruk juga kok.. Semoga lain kali bisa bikin yang versi panggang dan sukses. Ada yang mau bikin juga?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar